The Best Kota Romantis Untuk Tahun Baru

The Best Kota Romantis Untuk Tahun Baru

Siapa sih yang enggak pengen Para sobat smua  menjalankan liburan Tahun Baru Yang romantis? Atau mungkin ingin merasakan bulan madu dalam kondisi penuh romantisme? Maka tidak ada salahnya Anda mulai mencari tempat yang paling romantis di dunia, bukan? Daripada susah-susah mencari, coba anda lihat dulu daftar tempat paling romantis yang ada di bawah ini:


1.Paris
Siapa sih yang tidak kenal dengan romantisme Paris? kota bagi para kekasih dengan makanan yang nikmat, anggur dan nuansa yang menyenangkan. Makan malam romantis dengan lilin indah di dekat menara Eiffel, berjalan bergandengen sepanjang Champs Elysees atau piknik di taman. Paris memberikan romansa dan keindahan bagi pasangan yang jatuh cinta selama berabad-abad.


2.Hawaii
Ternyata Hawaii adalah kota tempat tujuan bulan madu terbesar di dunia, terutama di kalangan orang Amerika. Entah anda di Maui, atau pulau besar lain di Hawaii, tempat ini selalu menawarkan pilihan terbaik pagi pasangan. Pantai dan hutan tropis, kamar hotel mewah, olahraga, dan berbagai hal menarik di alam bebas!


3. St. Thomas
Kota ini terletak di Virgin Islands, dan merupakan kota pantai yang terkenal oleh jajaran pantai indah dan tempat belanja menarik. Kota ini dipenuhi dengan penginapan yang dapat menampung pasangan atau bahkan keluarga. Di kota ini juga dibuat batasan untuk jumlah pesta dan peserta pesta, jadi anda tidak akan kesulitan jika ingin bermesraan dengan pasangan anda!


4. Venesia
Perjalanan dengan gondola di kanal-kanal kota ini sudah menjadi simbol romantisme kota ini. Perjalanan dengan duduk berdekatan dengan pasangan dan dengan penuh kekaguman melihat bagian kota yang indah. Makan malam romantis di restoran Italia dengan berbagai liku-liku menarik yang terkadang akan membawa anda ke gereja indah romantis. Venesia adalah tempat yang akan membuat anda jatuh cinta dan jatuh cinta lagi.


5. Tahiti
Dearah tenang yang terletak di Pasifik Selatan, dengan bungalow pantai indah, yang memungkinkan anda berenang tenang di pagi hari. Bersantai di pasir putih dengan pohon kelapa indah dengan para karyawan hotel yang siap membantu anda apapun dan kapanpun. Pemandangan luar biasa indah di saat matahari terbenam juga tidak akan bisa anda lupakan dengan mudah!


6. Belize
Belize adalah tempat paling indah bagi para pasangan. Pulau yang terletak di tengah karang ini akan membuat pasangan melupakan semua orang karena banyak pantai yang jadi ‘milik pribadi’ dengan air yang dipenuhi ikan karang berwarna warni akan menemani anda. Anda takut berenang? bukan masalah, pantai indah dan pohon palem yang bergorang menanti Anda!


7. Maladewa
23 pulau yang terletak di tengah Samudra Indonesia ini adalah salah satu dari surga dunia. Pulau-pulau karang yang ada hanya sedikit sekali berada diatas permukaan laut, dan gugus karang yang melingkupi pulau ini penuh dengan kehidupan. Negara kecil yang indah dan romantis ini memang adalah tempat paling pas untuk kehidupan yang romantis.


8. Seychelles
Kepulauan yang ada di Samudra Indonesia ini sebenarnya berada di lepas pantai Afrika dan merupakan tempat yang paling santai di dunia. Kehidupan yang eksotis dan nuansa yang tenang akan selalu menanti anda dan pasangan anda. Lapangan golf, spa, perjalanan memancing dan minuman segar tropis akan membuat pasangan yang sedang berbulan madu tidak akan mau kembali ke negara asal mereka lagi.


9. Bruges
Kota kuno dengan setting abad pertengahan di Brussel ini adalah cara terbaik untuk melarikan diri dari segala kebisingan kota. Kota kecil yang tenang ini menjaga kondisi kota tetap seperti kondisi kota ini di abad pertengahan. Jalan-jalan yang dilapisi batu, dengan kafe-kafe kecil di udara terbuka akan membuat anda berasa kembali ke zaman abad pertengahan, lengkap dengan berbagai hal romantis dan indah, minus masalah dan ribut.


10. Tuscany
Daerah yang penuh dengan kebun anggur, villa, dan kota-kota kecil Italia, akan membuat anda merasa seperti berada dalam perjalanan romantis. Anda dapat tinggal di villa bersejarah, dengan makanan terbaik dan anda dapat bersepeda berkeliling kebun anggur yang anda pilih dan minum anggur terbaik pula. Jika anda berada di tempat ini, pasti anda akan mengerti kenapa beberapa orang sama sekali tidak ingin kembali begitu sampai di tempat ini. Singkatnya, tidak ada yang lebih indah dan romantis di Italia daripada Tuscany.

Group Terbaru Masa Kini SSTRB

http://ajmainhalta.blogspot.com/2012/11/group-masa-terbaru-sstrb.html

Dimana SSTRB yg dulu ?
SSTRB yg selalu ceria ?
SSTRB yg selalu kompak ?
SSTRB yg selalu ada disaat diantaranya ada yg terluka ?

SSTRB 😦
Aku kangenn kalian sayaaang 😦
kangen dimana saat kebersamaan kita .
Kangen dimana sapa , canda tawa kalian yg selalu mengisi harihariku .
kangen kedewasaan kalian .
Kangen suport dr kalian .
Kangen kalian yg DULU 😥

seandainya waktu bisa kuputar aku ingin kembali kemasa dimana saat kita bersama 😦
saat kebahagiaan itu datang .
Dimana saat kita mkn bareng ,
tidur bareng ,
tertawa bareng ,
nangis bareng ,
foto bareng ,
dan kenangan* itu takan bisa terlupakan 😥

Tapi kenapa sekarang semuanya hilang sesaat 😥

ILUIMUINU SSTRB 😦
ILYSM Sayaaang :*

kata-harapan-tahun-2013

kata-harapan-tahun-2013

Kata Harapan Tahun 2013 Untuk Sobat Anda Pertama-tama saya mengucapkan, Selamat Tahun baru 2013. teett… teett.. #tiup terompet Tahun baru, semangat baru. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, bulan ini harus lebih baik dari bulan kemarin…

tips-tips-kado-tahun-baru-buat-kekasih

tips-tips-kado-tahun-baru-buat-kekasih

Tips Tips Kado Tahun Baru Buat Kekasih cuyy.. Menyambut natal dan tahun baru, tidak jarang sepasang kekasih menyiapkan hadiah untuk pacarnya. Hadiah tidak hanya diberikan untuk kekasih, tapi bisa juga dihadiahkan untuk orang yang saat…

commonwealth-life-perusahaan-asuransi

commonwealth-life-perusahaan-asuransi

KONTES SEO  Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia Add caption DOKUMEN / PERSYARATAN KLAIM Klaim Meninggal     Formulir klaim ( K 1 diisi oleh ahli waris dan K 2 diisi oleh dokter )    …

Kata Harapan Tahun 2013

Pertama-tama saya mengucapkan, Selamat Tahun baru 2013. teett… teett.. #tiup terompet
 
Tahun baru, semangat baru. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, bulan ini harus lebih baik dari bulan kemarin dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Setuju? Tahun 2013 yang disebut-sebut tahun kiamat dimana jarak matahari sangat dekat dengan Bumi sehingga mengganggu keseimbangan alam. Sebagian besar umat manusia akan lenyap, terjadi bencana alam dimana-mana, kekacauan yang melanda. Who knows? Allaahu a’lam bis-shawaab, hanya Allah, Sang Pencipta yang Maha Mengetahui. 

Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan, yang pasti adalah hari ini masa depan kita 🙂
Oke, tahun baru harus punya resolusi 2013 yang ingin dicapai. Saya yakin kalian semua juga punya resolusi kan? Coba tuliskan catatan harapan kalian disini, mungkin ini kelihatan menggelitik tapi saya telah membuktikannya. Wishlist yang saya tulis di ms Word untuk bulan November dan Desember 2011 sebagian tercapai. alhamdulillah yaa… Sesuatu

Saya juga pernah membaca bahwa target apa yang ingin dicapai kalau ditulis akan dapat tercapai. It’s magic? I don’t know. mungkin Ketok Magic Tidak ada salahnya kalau dicoba right? Saya mulai duluan yaa, whistlist atau saya menyebutnya catatan harapa di 2012 adalah deng.. deng.. deng..

Baiklah. Sekarang sudah masuk tahun 2013. Lalu apa?
Demikian kata salah seorang teman di pagi buta. Sebagaimana kataku di ocehan terakhir: Badan yang tidak sehat wal afiat bikin hura-hura petasan dan bunyi terompet yang fals itu, cuma menjadi sesuatu yang tak kesampaian di luar kamarku. Maka SMS dan telpon menjadi alternatif untuk berceloteh dengan basa-basi “Selamat tahun baru!” yang ada pula terselip kalimat “Wish u all the best” yang menyenangkan itu.
Ha! Sembari menghisap rokok dalam-dalam untuk meracuni paru-paru, aku mencengir di pagi buta, di tepian jendela, karena rasa-rasa lucu memikirkan bagaimana kalimat demikian seakan bikin seluruh anak cucu Adam dan Hawa sedang berulang-tahun secara massal di pagi 1 Januari ini. Massal seluruh dunia, di bawah matahari dan rembulan yang sama.
Namun apa yang menarik bagiku justru pertanyaan yang berbau pesimis – jika malah bukannya sinis – di awal postingan ini: Lalu apa?
Postingan terakhirku sendiri, tanggal 31 Desember tahun lalu, memang ada juga nada-nada sinis walpesimis demikian. Boleh jadi itu malah merupakan alasan tersendiri yang tak sempat kugali dan kudefinisikan, untuk jadi bahan postingan tentang sebab-musabab aku enggan bikin-bikin resolusi akhir tahun. Namun, aku tidak sampai bertanya selugas itu, bahkan pada diriku sendiri: Oke, sekarang tahun baru, anak muda. Lalu apa? Bahkan tidak melintas sama sekali dalam benakku, ketika jarum jam sudah melintasi angka 12 dan suara petasan mengiringi percik kembang api yang cuma sempat kulirik sekali dari kamar pengap ini (ah, untuk ritual begitu, malah aku sempat mendengar suara yang sudah akrab di zaman konflik dulu: suara peluru yang bersekutu dengan petasan, mercon, terompet dan kembang api sehingga semarak tahun baru makin bermutu). Tapi pertanyaan teman itu memang menyentil pikiran usil: Bukankah memang segalanya, segala ritual bertanggal, hanyalah soal simbol-simbol waktu saja? Kenapa bisa begitu punya arti tersendiri?
Misal saja, hal yang baru kusadari barusan ketika rehat sejenak menghisap rokok yang bertengger di asbak: Kalimat “tanggal 31 Desember tahun lalu” yang muncul di paragraf di atas. Sekilas membaca dan/atau mendengar ucapan itu, bahkan di tanggal 1 Januari yang notabene hanya berkisar beberapa jam saja dari tanggal 31 Desember di pukul 23:59, akan terasa seakan itu tanggal yang silam. 31 Desember tahun lalu itu terasa macam sudah jauh. Seakan aku mengucapkannya untuk sebuah postingan di tahun yang sudah setahunan yang lalu. Lihatlah, bukankah simbol-simbol angka dan batasan waktu bisa demikian menipu, Kawan? :lol:
Tidaklah aku tahu pasti apa yang mendasari pertanyaan demikian singgah, terbaca dan lalu terpikirkan olehku. Responku dengan mata yang mulai meredup cuma sederhana saja. Tertawa dengan diwakili simbol alfabet, dan kalimat wishful thinking yang klise, “Yaaa… lalu mencoba untuk menjadi lebih baiklah…” lalu dialog pun selesai. Mungkin kalimat itu bikin mulas dan muak, bikin pusing sehingga membuat teman kita itu mau tidur lekas-lekas, atau malah menjadi wahyu yang tiba-tiba membuat dia tercerahkan, lalu memamah kalimatku itu menjadi sebuah kebenaran/pembenaran di hari-harinya yang akan datang layaknya umat dapat wasiat-wasiat orang keramat.
Namun, aku sadar benar, baik ketika menjelang tidur atau bangun di pagi hari, bahwa pertanyaan berbau sinis walpesimis itu memang memiliki maknanya sendiri. Bukan pada sikap pesimis atau sinis itu, tapi pada bagaimana mempertanyakan guna apa mematok-matok waktu dan berharap dengan basis patokan waktu bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini. Bahwa empat angka 2013 akan lebih baik dari empat angka 2012. Bahwa 1 Januari ini akan jadi awal yang baru untuk format masa depan yang baru, yang sering silap pula dianggap untuk melupakan apa-apa dari masa lalu.
Aku tidak hendak menuruti benar kesinisan atau pesimisme demikian. Tidak sama sekali. Manusia, sependek nalarku yang tak seberapamana ini, memang sudah fitrahnya selalu berupaya menjadi lebih baik, atau minimal berharap bahwa hari-hari yang akan datang akan lebih baik. Apakah itu dipandang dari sudut pandang per individu, dari konsep-konsep manajeman finansial ala Robert Kiyosaki atau manajemen qalbu Aa Gymnastiar, dari sudut pandang kehidupan berbangsa-bernegara atau bahkan ajaran-ajaran yang menyebut-nyebut surga-neraka sebagai bentuk punish and reward untuk manusia: agama.
Sebagai muslim, misalnya, sudah sering aku mendengar ucapan sejenis, “Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang beruntung, jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia orang yang merugi, dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang celaka.”
Itu kalimat mungkin sudah sejak TK masuk ke liang telingaku, dan aku percaya bawah kalimat yang semakna (meski berbeda susunan kata) pernah masuk pula ke liang telinga mantan-mantan orang hidup sebelum mereka masuk ke liang lahat. Kalimat itu benar belaka, aku menerimanya demikian. Setidaknya, dari sudut sinis pikiranku ini, aku masih menerima guna kalimat itu untuk motivasi hidup dan bikin hidup lebih hidup bak kata iklan rokok di layar kaca. Hidup yang bukan macam ternak belaka: makan, minum, bikin ritual, berhubungan seksual, lalu bunting dan beranak-pinak sampai dibunuh sosok anonimus bernama Ajal.
Tapi, adalah menarik – bagiku sendiri setidaknya – untuk menertawai kecenderungan manusia (yang jelas termasuk pula diriku sendiri) mengikat diri pada simbol-simbol penanggalan. Tertawa yang senada-seirama pada drama hari0hari kemarin dari sesiapa yang ribut-ribut, berdebat kusir dan menangis-nangis menonton film 2013, berseteru atau bersekutu soal film kiamat yang tiba di tanggal tertentu hasil rakitan sineas itu. Karena di pikiranku, kiamat-kiamat kecil terjadi sehari-hari tanpa disadari. Kiamat yang tidak melulu terjadi pada diri sendiri, tapi pada orang lain, pada daerah lain, yang kata Bu Ani (guru agamaku di SMA dulu) bisa jadi pelajaran bagi kita.  Salah satu yang pasti dari kiamat-kiamat itu tak lain tak bukan adalah satu kata mengerikan: kematian.
Nah! Lalu bagaimana? Salahkah jika mempergunakan angka-angka seperti halnya penanggalan untuk bergenggam tangan erat bersalaman dan bersemangat mengucapkan, “Selamat tahun baru kawan! Mari menjadi lebih baik secara lebih cepat!” dan lalu semangat dijawab pula, “Siap, Kawan! Lanjutkan!” 
Tentu tidak. Setiap orang bebas untuk membuat patokan-patokan dalam hidupnya. Dan angka-angka jelas membantu hal demikian. Umpama kita mau beli tanah untuk menggarap kebun, agar jangan sampai dibacok orang karena tanahnya kita serobot, maka dibutuhkanlah pacak-pacak yang diberi simbol. Sekian meter ke utara berbatasan dengan tambak ikan Tuan Samwan. Sekian meter ke selatan berbatasan dengan kebun kelapa Datuk Beruk. Sekian meter ke timur berbatasan dengan kebun sayur Nyak Nur. Sekian meter ke barat berbatasan dengan sawah Tuanku Nan Batuah. (Jika batasan ini benar diterapkan dengan sebaik-baiknya, maka perangkat adat tak perlu merebahkan satu-dua ekor sapi untuk merujukkan warga yang bersengketa tanah sampai menghunus belati).
Dan batasan manusia memang bukan soal tanah macam contoh diatas. Pada kenyataannya, makhluk Tuhan yang – konon kata banyak agama – disebut-sebut nenek moyangnya pernah disembah oleh segenap bangsa malaikat, yaitu bangsa manusia, memang memiliki keterbatasan dalam kehidupan di planet bumi ini. Bahkan keterbatasan untuk mendefinisikan batas-batasnya sendiri sehingga kemudian membutuhkan simbol-simbol. Membutuhkan bahasa.
Seorang mahasiswa teknik mesin di Universitas Manchester di benua Eropa sana, sebelum masa Perang Dunia Pertama, kaget dengan pertanyaan yang merasuk ke otaknya sendiri, “Apakah angka itu?” Entah karena salah makan obat atau keselek pensil, dia beranggapan itu adalah pertanyaan yang lebih menarik daripada apa yang acap ditemuinya di bidang teknik mesin, dan kemudian juga disadarinya bahwa itu bukan sebuah pertanyaan sederhana.
Mahasiswa yang bergelut dengan angka-angka di bidang eksakta itu di kemudian hari bersabda dengan sedihnya, “Die Grenzen meiner Sprache bedeuten die Grenzen meiner Welt.” Sebuah sabda yang terasa gurih, indah, dan intelek sekali saat didengar, dibaca dan dituliskan di blog ini, dalam bahasa asing benua Eropa yang tak akan kutemui di pojok pasar dimana para kuli biasa berjudi ribuan rupiah dengan bahasa kasar. Sabda yang dalam bahasa Melayu versi Republik Indonesia berarti, “Batas bahasaku adalah batas duniaku.”
Demikianlah termaktub dalam buku Tractatus Logico-Philosophicus hasil karya Si Mahasiswa yang kini dikenal sebagai salah satu tokoh filsafat dunia bernama Ludwig Wittgenstein itu. Tentu bukan karena buku itu ditulis di parit perlindungan Perang Dunia I, saat dia menjadi sukarelawan dalam serdadu Austria yang mesti makan ala kadarnya pula, maka buku itu menjadi buku yang sukar dicerna seperti lambungnya sukar mencerna makanan tentara. Tapi karena keterkaitan dan keterbatasan manusia dengan bahasa berikut segala simbol-simbolnya – termasuk tanggal-tanggal almanak – adalah keunikan manusia yang tak bisa dibahas dengan satu buku atau bahkan satu postingan melantur ini.
Ada pula orang bernama Ernst Cassirer (yang wajahnya tak lebih kuhapal dari wajah kucing kurap yang pernah nyaris terlindas ban sepeda motorku, di pasar kotaku ini) sekali waktu dulu pernah memfatwakan keunikan manusia dalam hal ini, dimana dia meyakini (dan mencoba meyakinkan orang lain) bahwa hebatnya manusia itu bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya sehingga disebut Homo sapiens, tapi pada kemampuan berbahasa, sehingga ia munculkan pula istilah lain seenak jidatnya sendiri: Animal symbolicum, yaitu makhluk yang mempergunakan simbol. Konon cakupan istilah ini jauh lebih luas dari sebutan Homo sapiens itu tadi, disebabkan dalam kegiatan berpikir atau cari-cari beban pikiran, manusia menggunakan simbol-simbol. Sebuah fatwa bahasa yang dikumandangkannya dalam karyanya, An Essay on Man, terbitan tahun 1944, dan diaminkan oleh Aldous Huxley pula dengan kesimpulan yang kalem, “Tanpa bahasa, manusia tak akan berbeda dengan anjing atau monyet,” dalam lembaran The Importance of Language, tahun 1962.
Dari semua pameran kalimat-kalimat bernada intelektual penuh kutipan karya-karya asing dari orang-orang bernama asing di atas itu, lalu apa tujuan dari postingan ini, sebuah postingan dari Bogor ke Gunung Kidul alias ngalor-ngidul?
Ah, cuma menyampaikan peng-amin-an tambahan dari seorang blogger amatiran di pojok Aceh ini, betapa bahasa dan segala simbol-simbol penanggalan memang menjadi keunikan manusia. Begitu berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, hingga pacak-pacak waktu kita definisikan dalam angka, hingga kata “31 Desember tahun lalu” bisa terasa sangat jauh dan sudah lama meski waktu baru lewat sehari. Meski ini baru tanggal 1 di bulan Januari. Tanggal yang menjadi hari pertama di tahun 2013 ini. Tanggal yang mungkin kita sudah terbiasa berlagak untuk “Hei! Mari buka lembaran baru, lupakan yang lama. Hidup mesti maju ke depan, jangan kau tengok-tengok yang di belakang. Lupakan masa lalu, lupakan kenang-kenangan dulu. Jangan lihat lagi… Mari maju dan tumbuh dewasa!”

Namun… tahukah kau, Kawan, bahwa nama bulan ini, Januari ini, diambil dari nama seorang dewa dalam mitologi Romawi. Namanya Janus, dilambangkan bermuka dua (ada juga digambarkan berkepala dua) yang tidak dimaksudkan untuk mewakili jenis ular kepala dua atau manusia bermuka dua dengan lidah yang mahir menjilat pantat sesiapa yang berkuasa atau berharta, seperti yang mungkin kau temui dalam

Tips Tips Kado Tahun Baru Buat Kekasih

Tips Tips Kado Tahun Baru Buat Kekasih
Menyambut natal dan tahun baru, tidak jarang sepasang kekasih menyiapkan hadiah untuk pacarnya. Hadiah tidak hanya diberikan untuk kekasih, tapi bisa juga dihadiahkan untuk orang yang saat ini sedang dekat alias calon pacar.

Memberikan hadiah bisa beraneka rupa, namun sebelum memberikannya kado, lihat dulu seberapa dekat hubungan Anda dengan pria tersebut. Agar tidak salah pilih, ikuti tips dalam memilih hadiah seperti dirangkum Ask Men.

1. Tiket Konser atau Olahraga

Pria yang sedang dekat dengan Anda suka dengan band tertentu atau menyukai olahraga basket atau sepak bola? Anda bisa memberikannya sebuah tiket. Perhatian Anda terhadap band atau olahraga favoritnya bisa membuatnya senang. Agar hubungan Anda bisa semakin dekat, temani si dia untuk menonton konser atau pertandingan tim olahraga favoritnya.

2. Aksesori dari Kulit
Anda baru saja dikenalkan dengan seorang pria dan Anda sudah jatuh hati padanya. Untuk mendekatkan diri Anda ingin memberikan sebuah hadiah untuknya, namun Anda belum tahu apa yang ia sukai. Jika situasinya seperti itu, dompet atau ikat pinggang dari kulit merupakan hadiah yang ideal untuk pria yang baru saja Anda kenal. Aksesori kulit terkesan maskulin dan semua pria suka dengan hal itu.

3. Blazer

Memberikan blazer cocok untuk pria yang sudah lama Anda pacari. Selain Anda sudah mengetahui ukuran tubuhnya, memberikan baju sifatnya lebih privasi. Jika Anda baru mengenal pria dan langsung memberikan blazer atau baju terkesan terlalu berlebihan. Untuk kekasih Anda, berikan blazer berpotongan klasik.

4. Parfum
Jangan berikan parfum jika Anda baru mengenal melangsungkan pendekatan dengannya. Si dia bisa tersinggung karena merasa selama ini tubuhnya tidak wangi. Untuk itu berikan hadiah parfum untuk pria yang telah menjadi kekasih Anda cukup lama. Anda pun telah mengetahui jenis aroma yang

ajmain30

ajmain30@wordpress.com

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.